Kendala Implementasi TIK dalam Dunia Pendidikan di Indonesia
Di era teknologi sekarang
ini, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah membawa
pengaruh terhadap bidang pendidikan dalam proses pembelajaran. Adanya internet
memungkinkan kita untuk belajar kapan dan di mana saja dengan lingkup yang sangat
luas. Salah satu penerapan TIK dalam bidang pendidikan antara lain pemanfaatan
sarana multimedia dan media Internet dalam proses pembelajaran. Dengan pemanfaatan media
Internet dalam proses pembelajaran, diharapkan akan mempermudah pembelajar
dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkan.
Namun pada kenyataannya,
penerapan TIK dalam bidang pendidikan di Indonesia masih dalam tahap awal dan
masih belum termanfaatkan secara maksimal. Kendala-kendala penerapan TIK di
bidang pendidikan antara lain disebabkan oleh :
- Kurangnya pengadaan infrastruktur TIK. Hal ini disebabkan sulit dijangkaunya beberapa daerah tertentu di Indonesia, sehingga penyebarannya tidak merata.
- Ketidaksiapaan sumber daya manusia untuk memanfaatkan TIK dalam proses pembelajaran. Ketidaksiapan ini dikarenakan pola kebiasaan pembelajaran yang masih belum menganggap penting peranan TIK dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Mereka cenderung sudah merasa puas akan materi yang telah diberikan oleh pengajar secara langsung.
- Hambatan – hambatan penggunaan TIK dalam proses belajar mengajar ada tiga, yaitu:
- Kurangnya kepercayaan diri guru menggunakan TIK dalam melaksanakan proses belajar mengajar.
- Kurangnya kompetensi guru dalam mengintegrasikan TIK kedalam pedagogis praktek, yaitu tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan computer.
- Sikap guru dan resistensi yang melekat terhadap perubahan. Hal ini dimaksudkan dengan sikap guru bahwa penggunaan TIK dalam proses belajar mengajar tidak memiliki manfaat atau keuntungan yang jelas.
- Masih digunakannya perangkat multimedia bekas di lembaga-lembaga pendidikan yang terdapat di daerah pedesaan.
- Mahalnya biaya pengadaan dan penggunaan fasilitas TIK.
Untuk mengatasi
kendala-kendala tersebut diperlukan langkah-langkah penyelesaian yang sekaligus
berfungsi sebagai prasyarat keberhasilan penerapan TIK dalam pembelajaran.
Menurut Mahmud (2008:13) dalam bukunya yang berjudul ICT Untuk Sekolah Unggul,
terdapat beberapa persyaratan agar dapat menerapkan pembelajaran berbasis
teknologi informasi dan komunikasi, yaitu tersedianya sarana prasarana yang
menunjang pembelajaran berbasis TIK. Beberapa persyaratan yang harus
dipenuhi dalam menerapkan pembelajaran berbasis TIK adalah:
1.
Pembelajar dan Pengajar harus memiliki akses terhadap
teknologi digital dan Internet dalam kelas, sekolah, dan lembaga pendidikan.
2.
Harus tersedia materi yang berkualitas, bermakna, dan
dukungan kultural bagi pembelajar dan pengajar.
3.
Pengajar harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam
menggunakan alat-alat dan sumber-sumber digital untuk membantu pembelajar agar
mencapai standar akademik.
4.
Harus tersedia anggaran atau dana yang cukup untuk
mengadakan, mengembangkan dan merawat sarana prasarana TIK tersebut.
5.
Dan yang tak kalah penting adalah, adanya kemauan dari semua
pihak, dalam hal ini guru dan peserta didik untuk menerapkan pembelajaran
dengan dukungan teknologi komunikasi dan informasi tersebut.
Komentar
Posting Komentar